Sunday, August 5, 2012

10 Perkara Yang Mendatangkan Cinta Allah






Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan cinta Allah. Namun bagaimanakah cara untuk mendapatkan cinta tersebut? Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk menerangkan maksud perkara tersebut dalam kitab beliau Madarijus Salikin , tahap-tahap menuju wahana cinta kepada Allah adalah seperti berikut:

1) Membaca al-Qur’an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar.

Itu tidak lain adalah renungan seorang hamba Allah yang hafal dan mampu menjelaskan al-Qur’an agar difahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Al-Qur’an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak boleh ditandingi dengan kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan

“Membaca Al-Qur’an merupakan kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas makhluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan seperti itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari manusia”.

Perkara ini boleh dilakukan umpama seseorang memahami sebuah buku iaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. (Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an)




2)Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunat, setelah mengerjakan ibadah-ibadah wajib.
Orang yang menunaikan ibadah-ibadah fardhu dengan sempurna mereka itu adalah yang mencintai Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya dengan ibadah-ibadah sunat, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah. Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya adalah solat-solat sunat, puasa-puasa sunat, sedekah sunat dan amalan-amalan sunat dalam haji dan umrah.

3)Terus-menerus mengingat Allah (zikir) dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya.
Kadar kecintaan seseorang terhadap Allah bergantung kepada kadar zikirnya kepada-Nya. Zikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah aza wajalla berfirman :”Aku bersama hambaKu selama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak (untuk berzikir) kepadaKu”.
Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan zikir kepada-Nya.

4)Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri walaupun dikuasai hawa nafsunya.
Melebihkan cinta kepada Allah daripada cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai diri sendiri. Ertinya ia rela mencintai Allah meskipun berisiko tidak dicintai oleh makhluk dan harus menempuh berbagai kesulitan. Inilah darjat para Nabi, diatas itu darjat para Rasul dan diatasnya lagi darjat para rasul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah darjat Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab baginda mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah.
5)Merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah.
Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (kerana mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).


6)Memerhatikan kebaikan, nikmat dan kurnia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir mahupun batin akan mengantarkan kita kepada cinta hakiki kepada-Nya.
Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah SWT. Sudah menjadi sifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya.
 
7) Menghadirkan hati secara keseluruhan (total) semasa melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya inilah yang disebut dengan khusyu’.
Hati yang khusyu’ tidak hanya dalam melakukan solat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan mengantarkan kepada cinta Allah yang hakiki.
8)Menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir.
Di saat itulah Allah SWT turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an) dan solat malam agar mendapatkan cinta Allah. Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.



9)Bergaul bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para siddiqin.
Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahawa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

10)Menjauhi segala sebab yang dapat menghalang komunikasi antara dirinya dan Allah SWT.
Semoga kita sentiasa mendapatkan cinta Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap degup jantung dan setiap nafasnya.
Ibnul Qayyim mengatakan bahawa "kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati."

Insyallah kita diberi kekuatan untuk mengamalkannya.



Sumber : I LuvIslam
 




Saturday, August 4, 2012

Buffer Solution




Nie salah satu dari syllabus A-level. Tapi rasenye matrikulasi pun blajar juga.


Buffer Solution 
“Solutions which resist changes in pH when small quantities of acid or 
alkali are added.”


Acidic Buffer (pH < 7)    
•          a weak acid   +   its sodium or potassium salt                                         
ethanoic acid              sodium ethanoate

Alkaline Buffer (pH > 7)  
•          weak base     +        its chloride                                                         
 ammonia          ammonium chloride

Acidic Buffer Solution
•          It is essential to have a weak acid for an equilibrium to be present so that ions 
        can be remove and produced. 
•          The dissociation is small and there are few ions.
                             CH3COOH(aq)       ⇋         CH3COO¯(aq)    +    H+(aq)
relative concs.            HIGH                              LOW                   LOW


  • A strong acid can’t be used as it is fully dissociated and cannot remove 
            H+(aq):     HCl(aq)   →   Cl¯(aq)    +    H+(aq)        

Adding acid
•          Any H+ is removed by reacting with CH3COO¯ ions to form CH3COOH via the equilibrium.  
        Unfortunately, the concentration of CH3COO¯ is small and only a few H+ can be “mopped up”.
•          A much larger concentration of CH3COO¯ is required.
•          To build up the concentration of CH3COO¯ ions, sodium ethanoate is added.

Adding alkali
•          This adds OH¯ ions which react with H+ ions   
                                         H+(aq)+OH¯(aq) ⇋ H2O(l)
•          Removal of H+ from the weak acid equilibrium means that, according to Le Chatelier’s Principle, 
more CH3COOH will dissociate to form ions to replace those being removed.
                        CH3COOH(aq)        ⇋        CH3COO¯(aq)    +    H+(aq)
•          As the added OH¯ ions remove the H+ from the weak acid system, the equilibrium moves to the 
        right to produce more H+ ions.
•          Obviously, there must be a large concentration of undissociated acid molecules to be available.

Alkaline buffer solution
•          Very similar but is based on the equilibrium surrounding a weak base;
                                          NH3(aq)  +   H2O(l)       ⇋       OH¯(aq)   +   NH4+(aq)
            relative concs.              HIGH                              LOW              LOW
•          but one needs        a large conc. of  OH¯(aq)  to react with any  H+(aq) added and a large conc of
       NH4+(aq)  to react with any OH¯(aq) added.
•          There is enough NH3 to act as a source of OH¯ but one needs to increase the concentration of 
       ammonium ions by adding an ammonium salt.
•          Use ammonia (a weak base)  +  ammonium chloride (one of its salts)

Buffer solutions –Ideal concentration
•          The concentration of a buffer solution is also important
•          If the concentration is too low, there won’t be enough CH3COOH and CH3COO¯ 
       to cope with the ions added.

      
Summary
•          For an acidic buffer solution one needs:
v  large [CH3COOH(aq)]          -   for dissociating into  H+(aq) when alkali is added
v  large [CH3COO¯(aq)]           -   for removing  H+(aq) as it is added
•          This situation can’t exist if only acid is present; a mixture of the acid and salt is used.
•          The weak acid provides the equilibrium and the large CH3COOH(aq) concentration.
•          The sodium salt provides the large CH3COO¯(aq) concentration.
•          One uses a  weak acid  +  its sodium or potassium salt

Calculating the pH of an acidic buffer solution
•          Consider an acid buffer, for example that formed by the mixing of ethanoic acid and 
       sodium ethanoate.
•          The expression for Ka of ethanoic acid is:
                                   Ka      =      [H3O+(aq)] [CH3COO¯(aq)]
                                                         [CH3COOH(aq)]
             re-arrange        [H3O+(aq)]   =   [CH3COOH(aq)] x Ka
                                                           [CH3COO¯(aq)]
•          As a buffer contains a weak acid not all the acid molecules dissociate and the equilibrium lies
        to the left.
CH3COOH(aq)   +   H2O(l)   ⇋   CH3COO¯(aq)   +   H3O+(aq)
•          At equilibrium, [CH3COOH(aq)] is almost the same as the initial [CH3COOH(aq)],
•          [CH3COO¯(aq)] in the buffer will be effectively be the initial [CH3COONa] as this 
      dissociates completely.    
•          Taking account of these assumptions, the expression for a general buffer becomes            

                             [H3O+(aq)]  =  Ka  x  [acid]        
                                                             [salt]    

•          Taking – log of each side gives: ― log [H3O+(aq)]   =   ― log Ka  + log   [salt]
                                                                                                             [acid]
            Or        pH   =   pKa  + log   [salt]
                                                     [acid]
•          pH of a buffer solution depends on the ratio of [salt]:[acid]
•          If [salt]=[acid] then the relationship simplifies to pH = pKa (or [H3O+] = Ka)
                       
           
      
Calculate the pH of a buffer whose [HA] is 0.1 mol dm-3 and [A¯] of 0.1 mol dm-3.
                                                                       Ka                 =      [H+(aq)] [A¯(aq)]
                                                                                                    [HA(aq)]
re-arrange                                                     [H+(aq)]            =   [HA(aq)] x Ka
                                                                                                  [A¯(aq)]
from information given  [A¯] = 0.1 mol dm-3 ; [HA] = 0.1 mol dm-3
If the Ka of the weak acid HA is 2 x 10-4 mol dm-3.
[H+(aq)] =   0.1 x 2 x 10-4                       =  2 x 10-4 mol dm-3
                         0.1
pH        =  - log10 [H+(aq)]          =   3.699

Calculate the pH of the solution formed when 500cm3 of 0.1 mol dm-3 of weak acid HX is mixed
 with 500cm3 of a 0.2 mol dm-3 solution of its salt NaX.   Ka =  4 x 10-5 mol dm-3.
                               Ka      =      [H+(aq)] [X¯(aq)]
                                                      [HX(aq)]                    
re-arrange                 [H+(aq)]            =     [HX(aq)]  Ka
                                                              [X¯(aq)]
The solutions have been mixed; the volume is now 1 dm3
therefore          [HX]   =   0.05 mol dm-3          and    [X¯]        =   0.10 mol dm-3
Substituting                  [H+(aq)]    =    0.05 x 4 x 10-5          =    2 x 10-5  mol dm-3
                                                          0.1
pH        =     - log10 [H+(aq)]       =    4.699